Partikel penyusun atom
Bismillahirahmanirrahim
Partikel penyusun
atom
Atom adalah unit dasar dari setiap substansi
yang menempati ruang dan memiliki massa dan volume yang pasti. Sebuah
atom terdiri dari tiga partikel utama sub-atom yaitu proton, elektron dan neutron.
Proton
Jumlah proton yang terdapat dalam
inti atom dikenal sebagai nomor atom unsur. Massa atom terkonsentrasi pada inti
yang terdiri dari proton dan neutron. Massa proton dan neutron hampir sama,
namun itu sekitar 1.836 kali lebih berat daripada elektron. Muatan
positif antara proton menyebabkan mereka saling tolak. Sebuah gaya nuklir yang
kuat mengikat proton bersama-sama. Gaya ini diberikan oleh keberadaan 1 quark
bawah dan 2 quark atas dalam proton.
·
Muatan pada proton = 2 (⅔) + (- ⅓) = 1.
·
Dengan demikian, proton memperoleh muatan positif.
Elektron
Joseph
John Thomson pada tahun 1897 melakukan percobaan dengan menggunakan tabung
sinar katode. Terdapat dua plat elektroda dimana salah satu plat logam yang
terdapat pada ujung tabung berfungsi sebagai katoda. Kedua plat ini dimasukkan
ke dalam tabung kaca bertekanan rendah kemudian dialirkan listrik bertegangan
tinggi hingga mampu melepas elektron dari katoda ke anoda.
Sinar katoda tidak
dapat kita lihat menggunakan mata telanjang namun kita bisa mengetahui bahwa
sinar ini ada dari berpenjarnya lapisan tabung kaca bagian dalam akibat adanya
benturan antara elektron dengan dinding tabung. Atau kita bisa melihatnya jika
sinar katoda kita benturkan ke layar ber-fluoresensi (layar yang dapat
berpendar) setelah terlebih dahulu kita beri lubang pada plat logam anoda.
Seperti gambar di bawah ini.

(Brown & LeMay, 1977)
Dari hasil
percobaannya ditemukan sifat sinar katode yaitu:
a.
Merupakan radiasi
partikel karena mampu memutar baling-baling.
b.
Radiasi ini bila
dibelokkan menggunakan medan magnet, maka akan menuju ke kutub magnet positif.
Itu artinya sinar katode bermuatan negatif.
c.
Partikel katoda
merambat tegak lurus dari lempengan katode menuju anode.
d.
Sinar katoda tidak
tergantung pada jenis plat logam yang digunakan.
e.
Sinar katoda dapat
kita buat dengan listrik tegangan tinggi.
Dari
sifat inilah kemudian oleh J.J Thomson menamakan partikel penyusun atom
bermuatan negatif ini sebagai elektron. Setelain ini J.J Thomson juga menemukan
perbandingan muatan elektron terhadap massa yaitu 1,76 × 108 C/g yang kemudian pada tahun 1909, Robert
Millikan berhasil menemukan besarnya muatan sebuah elektron yaitu 1,6 × 10-19 C. Dengan demikian, maka kita peroleh massa
1 elektron sebesar 9,1095×10-31 Kg.
Neutron
Neutron tidak memiliki muatan atau netral dan pada
tahun 1932, seorang ahli fisika Inggris James Chadwick menemukan bahwa itu
terletak pada inti. Neutron lebih lanjut terdiri dari partikel fundamental yang
disebut quark. Hal ini terdiri dari 1 ke atas dan 2 quark ke
bawah. Quark membawa nilai pecahan muatan dan karenanya menentukan muatan
partikel.

·
1 quark atas = muatan
⅔ e dan quark bawah = muatan – ⅓ e.
·
Oleh karena itu
muatan neutron = ⅔ + (- ⅓ – ⅓) = 0.
·
Dengan demikian,
neutron tidak memiliki muatan
BILANGAN KUANTUM
Apasih yang diamaksud dengan bilangan kuantum??
Bilangan kuantum adalah suatu
harga yang menyatakan keadaan orbital suatu atom.
Setiap orbital atom
memiliki satu set tiga bilangan kuantum yang unik, antara lain bilangan kuantum
utama (n), azimuth (atau momentum angular) (l), dan magnetik (ml). Ketiga bilangan kuantum tersebut dapat
mendeskripsikan tingkat energi orbital dan juga ukuran, bentuk, dan
orientasi dari distribusi probabilitas radial orbital atom. Lalu, terdapat
bilangan yang keempat, yakni bilangan kuantum spin (ms), yang memberikan informasi spin suatu elektron
dalam sebuah orbital. Setiap elektron dalam sebuah atom memiliki satu set empat
bilangan kuantum yang unik, yakni n, l, ml, dan ms.
Kombinasi
bilangan kuantum n, l, dan ml yang mungkin pada 4 kulit elektron pertama dapat
dilihat pada tabel berikut:

Konfigurasi electron
penyusunan elektron-elektron dalam orbital-orbital
pada kulit-kulit atom multi elektron. Aturan-aturan dalam penentuan konfigurasi
elektron berdasarkan orbital, antara lain:
1.
Asas Aufbau: Elektron menempati orbital-orbital dimulai dari tingkat energi
yang terendah, dimulai dari 1s, 2s, 2p, dan seterusnya seperti urutan subkulit
yang terlihat pada gambar berikut.

2.
Asas larangan Pauli: Tidak ada dua elektron dalam satu atom yang memiliki
keempat bilangan kuantum yang sama. Setiap orbital maksimum diisi oleh 2
elektron yang memiliki spin yang berlawanan (ms = +½ dan ms = −½).
3.
Kaidah Hund: Jika ada orbital dengan tingkat energi yang sama, konfigurasi
elektron dengan energi terendah adalah dengan jumlah elektron tak berpasangan
dengan spin paralel yang paling banyak.

Berdasarkan eksperimen,
terdapat anomali konfigurasi elektron dari aturan-aturan di atas. Subkulit d
memiliki kecenderungan untuk terisi setengah penuh atau terisi penuh.
Contohnya, konfigurasi elektron 24Cr: [Ar] 4s1 3d5 lebih stabil dibanding [Ar] 4s2 3d4; dan 29Cu: [Ar] 4s1 3d10 lebih stabil dibanding [Ar] 4s2 3d9.
Daftar pusaka:

Masya Allah , mudah dipahami mntp❤
BalasHapusNtaps
BalasHapusNiceee
BalasHapusDi tunggu ya kk tulisanya minggu depan
BalasHapus๐๐๐
BalasHapusBermanfaat dan mudah dipahami kakk
BalasHapusSangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusBagus kak๐ lanjutkan terus
BalasHapusGood uccit๐ฃ๐ฃ
BalasHapusMasyaAllah kk
BalasHapusMantap...warbiyasaah
BalasHapusniceee
BalasHapusMantap
BalasHapusMantap sangat bermanfaat
BalasHapusBaguss, sangat bermanfaat๐๐
BalasHapusKeren
BalasHapus